Kabar Gembira untuk Keperawatan

Hari ini ada kabar gembira untuk seluruh alumni, mahasiswa, dan calon mahasiswa keperawatan Universitas Malahayati. Sepucuk Surat Keputusan tentang hasil akreditasi Prodi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners sudah sampai ke kampus Universitas Malahayati.

Setelah melalui proses sidang majelis yang cukup lama, akhirnya SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor : 488/SK/BAN-PT/Akred/PN/XII/2014 tentang Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi Keperawatan dan Program Studi Profesi Ners terbit dengan nilai 304 (B) untuk Prodi Ilmu Keperawatan dan 307 (B) untuk Profesi Ners Universitas Malahayati.

Proses Visitasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PTKes) dilaksanakan pada Oktober 2014, visitasi yang dilakukan selama 3 Hari itu bertujuan untuk meninjau dan menilai kelengkapan atau bukti-bukti dari borang akreditasi yang telah dikirimkan pantia akreditasi Prodi Ilmu Keperawatan Unimal.

Ketua Prodi Ilmu Keperawatan, Andoko, S.Kep.,Ns.,M.Kes merasa bahagia dan bersyukur atas hasil yang didapatkan. “Hasil ini sesuai dengan usaha dan kerja keras yang di lakukan teman-teman panitia Akreditasi. Kendati demikian kita tak boleh berpuas diri. Kita harus tetap bekerja keras untuk kemajuan Prodi ini. Seperti penambahan SDM, Promosi yang lebih baik, meningkatkan proses akademik, dan semua hal menyangkut kemajuan kita bersama,” katanya.

Senada dengan Kaprodi, Wakil Rektor III yang juga Ketua Panitia Akreditasi PSIK, Dr. Dessy Hermawan, S.kep.,Ns.,M.Kes juga merasa bangga dengan hasil ini. Namun, ia tetap menginginkan yang terbaik untuk Universitas Malahayati. “Ini peningkatan bagi prodi ini. Tetapi, Keperawatan tetap membenahi diri untuk dapat meningkatkan akreditasinya lagi pada 2019.” | ricko gunawan

Sosialisasi Perawat ke Jepang

Pejabat dari BP2TKI Jakarta, Nanang Hendarto BA, Rabu 25 Maret 2015, mensosialisasikan program penempatan perawat dari Indonesia ke Jepang di Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Ratusan calon perawat dari Universitas Malahayati mengikuti acara ini di gedung Malahayati Career Center.

Nanang menjelaskan bahwa program yang disampaikannya itu adalah resmi kerjasama antar pemerintahan. “G to G, antara Indonesia dan Jepang. Ini adalah program resmi,” kata Nanang.

Karena itu, Nanang menjamin program yang disosialisasikannya itu sangat aman. “Legal, dijamin oleh  pemerintah. Perlindungan diperhatikan, perawat diasuransikan, tak perlu khawatir akan kesusahan. Penggjian juga jelas antara Rp10 juta hingga Rp20 juta. Ditambah bonus, dan juga ada tunjangan pensiun setelah kontrak kerja selesai,” kata Nanang.

Bahkan, kata Nanang, perawat dari Indonesia juga bisa meniti karier secara berkelanjutan di Jepang. “Asalkan lulus seleksi nasional Jepang yang diselenggarakan tiga kali selama kontrak berlangsung. Kontrak kerja ini juga berlaku tiga tahun. Jika lulus ujian nasional Jepang maka bisa melanjutkan terus berkarier di Jepang, jika tak lulus ujian itu maka kontrak akan berakhir,” katanya.

Di Jepang, kata Nanang, para perawat juga bisa mengembangkan ilmunya, bahkan mendapat pengetahuan-pengetahuan yang baru. Kerjasama ini sudah dimulai sejak 2008.  “Tahun ini, Jepang membutuhkan 348 perawat, namun yang tersaring hanya 283 orang. Mereka sedang dalam program pelatihan di Jakarta,” katanya.

Para perawat itu, kata Nanang sudah lulus sejumlah seleksi. “Dimulai dengan pendaftaran yang dokumennya pasti diverifikasi. Lulus kesehatan, juga test kemampuan keperawatan, serta psiko test. Setelah itu mereka dilatih selama enam bulan untuk belajar bahasa Jepang.

Selama pelatihan semuanya ditanggung, selain itu mendapat tunjangan 10 dolar sehari,” katanya. “Setelah pelatihan, ada test lagi. Setelah lulus baru dikirim ke Jepang. Peserta latihan biasanya lulus semua jarang yang tidak lulus.”

Bahkan di Jepang pun, peserta akan mendapat pelatihan juga selama enam bulan, baru kemudian diterjunkan ke rumah-rumah sakit dan panti jompo. “Jika berminat silahkan klik website BP2TKI,” kata Nanang. “Di Lampung juga bisa mendaftar di BP3TKI Lampung,” katanya lagi. Untuk informasi lebih lanjut klik www.bnp2tki.go.id –www.bppsdmk-depkes.go.id.

“Jaga kesehatan, dan belajarlah bahasa Jepang,” kata Nanang. “Mulailah dari sekarang jika berminat.” Saat ini sudah dibuka pendaftaran untuk perawat yang ingin berkarier di Jepang pada 2016 mendatang.