Sosialisasi Sertifikasi dan Registrasi Tenaga Kesehatan Berlangsung Penuh Antusias

MAJELIS Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) Lampung diwakilkan oleh Agus Widodo hari ini melakukan sosialiasi mengenai sertifikasi & registrasi tenaga kesehatan di Malahayati Career Center (MCC) Universitas Malahayati, Kamis 10 September 2015.

Sosialisasi ini diikuti sekitar 148 Mahasiswi Diploma III dan Diploma IV Kebidanan dan 48 Mahasiswa/i Diploma III Keperawatan Universitas Malahayati didampingi oleh dosen pembimbing seperti Ratna dan Dewi dari Kebidanan dan Prima dari NERS. Mereka mengikuti sosialisasi dengan antusias karena hal ini penting mengingat sebentar lagi mereka akan terjun di dunia nyata yang membutuhkan ijin praktik.

Sosialisasi hari ini membahas mengenai apa itu Sertifikasi dan Registrasi Tenaga kesehatan, betapa pentingnya hal itu. Syarat, mekanisme dan Alur proses registrasi juga disampaikan dengan lugas oleh Agus

“Surat Tanda Registrasi (STR) itu ibarat SIM para pengendara, jadi kalau tenaga kesehatan tidak memiliki STR maka ia tidak memiliki wewenang untuk melakukan praktik,” ujar Agus.

Agus Mengimbau kepada lulusan kesehatan Malahayati untuk segera mempersiapkan syarat-syarat pengurusan STR, dan mengikuti proses dan prosedur yang berlaku. Agar tidak menyulitkan diri sendiri di masa akan depan.

Potret Sosialisasi Sertifikasi dan Registrasi Tenaga Kesehatan Oleh Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi

Sosialisasi yang diikuti oleh Mahasiswi Diploma III dan Diploma IV Kebidanan dan Keperawatan, berlangsung antusias. Hal ini begitu penting mengingat sebentar lagi mereka akan terjun di dunia nyata yang membutuhkan ijin praktik.

Sosialisasi hari ini membahas mengenai apa itu Sertifikasi dan Registrasi Tenaga kesehatan, betapa pentingnya hal itu. Syarat, mekanisme dan Alur proses registrasi juga disampaikan dengan lugas oleh Agus Widodo, perwakilan dari Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi.

Bagaimana potret saat sosialisasi berlangsung ?

Chek this out:

mahasiswa/io sudah berkumpul sebelum acara dimulai

mahasiswa/io sudah berkumpul sebelum acara dimulai

potret sebelum sosialisasi di mulai

potret sebelum sosialisasi di mulai

Antusiasme saat sosialisasi

Antusiasme saat sosialisasi

Antusiasme saat sosialisasi

Antusiasme saat sosialisasi

Antusiasme saat sosialisasi

Antusiasme saat sosialisasi

Seminar Kesehatan Bersama Dokter Ryan Thamrin

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Malahayati mengadakan Seminar Kesehatan Nasional 2015 yang akan diadakan Minggu, 11 Oktober 2015, Pukul 08.00-12.00 WIB di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati.

Dengan Pembicara I oleh dr.Ryan Thamrin M.Kes (DR OZ Indonesia) mengenai “Fenomena Gaya Hidup Terhadap Kesehatan Reproduksi”, Pembicara II oleh dr. Dika Ori Putra, Sp.OG mengenai “Dampak Kesehatan Reproduksi Bagi Ibu dan Anak”, dan Pembicara III oleh Andoko, S.Kep,.Ns,.M.Kes mengenai “Merawat Kesehatan Reproduksi agar Tetap Harmonis, Romantis, dan Awet Muda Sepanjang Masa”.

Dengan Fasilitas yang diberikan:
-Sertifikat PPNI 1 SKP
-Sertifikat IBI 1 SKP
-Seminar Kit
-Snack
-Soft Drink (VIP)
-Special Place (VIP)
-Full Doorprize

Tiket Terbuka Untuk Umum

Harga Tiket Masuk:
VIP        : 130.000
UMUM : 100.000

Catatan:

Setelah Tanggal 20 September Harga Tiket Naik 10%, 1 Oktober Harga Tiket 20%, dan On The Spot 30%.

Untuk info lebih alnjut dapat menghubungi Contac Person Pendaftaran

Chandra: 081373615778
Mukhbit: 089631190745

Bank Bni
361 827542 A/N Mukhbit Agung W

Ricko Gunawan: Badai Pasti Berlalu, Namun Topan Selalu Ada

BERNAMA Lengkap Muhammad Ricko Gunawan, pria yang akrab disapa Ricko ini Dosen Prodi S1 Ilmu Keperawatan (PSIK), Universitas Malahayati. Ia juga Waka Prodi Bidang non akademik PSIK yang diamanahi menjadi Wakil Direktur Bidang non Akademik Akademi Keperawatan Universitas Malahayati.

Saat ditemui tim malahayati.ac.id, Jumat, 4 September 2015 di ruangannya, Ricko menggenakan batik  coklat dengan motif diagonal senada dengan celana dasar berwarna hitam dan sepatu kulit yang juga hitam.

Ricko Lahir di Bandar Lampung 28 tahun lalu, ia mulai mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Kenali, Belalau, Lampung Barat, lalu melanjutkan ke SLTP Negeri 9 Bandar Lampung dan Melanjutkan lagi di SMA Kartika Tama Kota Metro. Setelah tamat SMA ia pun melanjutkan studi Strata Satu ilmu Keperawatan di salah satu Perguruan Tinggi  di Jakarta.

Ricko bergabung di Universitas Malahayati sejak tahun 2012, disini ia mengajar dasar-dasar ilmu keperawatan seperti Patologi, Pato Fisiologi, Anatomi Fisiologi dan Manajemen Keperawatan. Selain mengajar, pria ini juga hobi menulis dan fotografi. Ia menyalurkan hobi menulisnya di infolampung.com dan malahayati.ac.id. Ia juga di amanahi sebagai tim dokumentasi Universitas, yang bertanggung jawab mengabadikan momen penting yang terjadi di Universitas Malahayati seperti Yudisium, Wisuda, dan lain-lain.

Untuk Organisasi, sejak di bangku SMA ia sempat menjadi Paskibraka Kota Metro pada tahun 2004, Pradana Pramuka di Sekolahnya, Kapten Karate dan masih banyak lagi. Sekarang, selain aktif menjadi anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ia juga menjadi Pengurus Purna Paskibra Indonesia Provinsi Lampung periode 2014-2019. Ia mengatakan, selain pendidikan formal, organisasi juga berperan sangat penting dalam membentuk karakter dan cara berfikirnya. Dengan organisasi, ia belajar arti memimpin, manajemen, publik speaking dan banyak hal positif lainnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh civitas Universitas Malahayati untuk terus semangat dan melakukan yang terbaik bagi Universitas Malahayati, sekecil apapun perannya.

“Kita yang harus menghidupi Malahayati, meskipun kita juga hidup dari Malahayati. Kita punya tanggung jawb besar untuk memajukan kampus ini, sekecil apapun peran kita pasti akan berdampak baik jika dilakukan dengan sepenuh hati,” ujar Ricko.

“Badai pasti berlalu, namun topan selalu ada.”

Itu filosofi yang ia katakan, jadi ia berpesan kepada mahasiswa dan alumni untuk terus menjaga nama baik almamater, terus belajar dan mempersiapkan diri untuk tantangan di masa depan. Jadi jangan pernah malas apalagi berhenti untuk belajar, meski kalian sudah lulus dari Malahayati.[]

Prima Dian Furqoni: Malahayati Siap Menghadapi Persaingan di Dunia Kerja

Prima Dian Furqoni, S.Kep, Ns, Kelahiran Metro, 7 Februari 1990. Ia termasuk salah satu Dosen Keperawatan Universitas Malahayati dan juga sebagai Pembimbing Akademik Keperawatan Universitas Malahayati.

Prima, begitu ia disapa, memulai pendidikan formal di SD Pertiwi Teladan Kota Metro lulus Tahun 2002, lalu melanjutkan di Smp N 1 Kota Metro lulus Tahun 2005 dan Sma N 1 Kota Metro lulus Tahun 2008. Setelah lulus SMA ia melanjutkan pendidikan S1 Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Malahayati dan melanjutkan kembali Program Profesi Ners Universitas Malahayati.

Saat ditemui tim malahayati.ac.id di Ruangan Dosen Prima yang mengenakan busana muslim berwarna biru, dan jari manis yang dihiasi dengan batu akik ini terlihat elegant dengan sesekali melontarkan senyuman manis.

Ia bergabung dengan Universitas Malahayati menjadi Dosen Pembimbing Akademik Program Profesi Ners, Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) dan Akademi Keperawatan Malahayati.

Dosen sekaligus Alumni Keperawatan Universitas Malahayati ini juga menjadi Tenaga Kontrak Perawat di Puskesmas Sumbersari Bantul Kota Metro (Tahun 2014 s.d sekarang) dan juga menjadi Tenaga Perawat di Klinik Kinara Medika Kota Metro (Tahun 2015).

“Universitas Malahayati merupakan Universitas yang mampu mempersiapkan mahasiswa/i nya untuk mengahadapi tantangan persaingan di dunia kerja, karena tujuan dari proses pendidikan di perguruan tinggi adalah untuk dapat terserap didunia kerja,” ujar Prima Dian Furqoni, S.Kep, Ns.

Ia mengatakan, Universitas Malahayati selalu membuat langkah cepat dan tepat dalam mempersiapkan mahasiswa/i nya guna memenuhi kebutuhan dunia kerja.

“Program Studi Keperawatan dan Profesi Ners saat juga ini telah meningkat akreditasinya menjadi B, dengan akreditasi B tersebut lulusan Universitas Malahayati dapat melamar pekerjaan di semua instansi, baik instansi negeri maupun swasta”, ujarnya.

Universitas Malahayati juga telah memfasilitasi Program Studi Keperawatan dengan CBT center dan ruang osce yang dapat di jadikan sarana mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk mengahadapi Uji kompetensi.

Andoko: Mari Bersama Memajukan Universitas Malahayati

Bernama lengkap Andoko.S.Kep.,M.Kes, dan akrab disapa Andoko. Ia merupakan Kepala Program Studi Keperawatan Universitas Malahayati.

Ayah dari 3 orang anak ini juga banyak aktif dalam oraganisasi diluar kampus. Kelahiran Bangunsari, 15 Desember 1973, yang kini tinggal di Jalan Karimun Jawa, Sukarame Bandar lampung. Ia adalah lulusan Akademi keperawatan Poltekes Bandar Lampung tahun 1997, lalu melanjutkan Strata 1 Keperawatan di Universitas Indonesia tahun 2003 dan melanjutkan Pasca Sarjana Universitas Malahayati tahun 2013.

Ia bergabung dengan Universitas Malahayati sejak tahun 2005. Banyak pengalaman yang ia dapat sejak bergabung dengan Universitas Malahayati.

Kaprodi yang sekaligus Alumni dari Universitas Malahayati ini mengaku, sangat bersyukur sekali dengan profesinya sebagai perawat, karena ilmu keperawatan juga mengenai keholistikan, hati nurani dan jiwa menusiawi, kebersyukuran terhadap Allah SWT, semua ia pelajari di dunia keperawatan.

“Karena proses ilmu Keperawatan itu juga menggunakan metode pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, dengan cara tersebut Insyaallah kita dapat menggunakan dalam segala hal, dalam rangka melaksanakan tugas dan juga dalam menyelesaikan suatu masalah,” ujar Andoko.

Andoko berpesan untuk mahasiwa, agar mempergunakan waktu sebaik mungkin dalam melaksanakan study dan kuncinya adalah “Manajemen Waktu” dan jangan pernah menunda pekerjaan karena secara otomatis pekerjaan yang didepan akan ikut tertunda, dan kerjakan sesuatu sesuai proritas dan analisa masalah untuk mencari solusinya.

Ia menambahkan, suatu kesempatan tidak akan datang dua kali, raihlah mimpi dan kesuksesan yang berasal dari kegigihan, ketekunan, kesabaran dan dari diri sendirlah bukan orang lain, karena orang lain hanya sebagai motivator bukan profokator.

“Dan mari kita bersama-sama memajukan Universitas Malahayati dari semua sudut dan khususnya di Keperawatan,”ujarnya.

Wahid Tri Wahyudi: Menjaga Tetap Harum Lambang Malahayati di Dadaku

Wahid Tri Wayudi, S.Kep,.Ns, lahir di Negeri Besar, 5 Juni 1989. Ia termasuk salah satu Dosen Keperawatan Universitas Malahayati yang juga aktif dalam Organisasi Sosial IMAPABARA (Ikatan Muli Mughanai Marga Buai Pemuka Bangsa Raja).

Wahid, begitu ia akrab disapa, memulai pendidikan formal di SD Negeri 1 Kali Awi lalu melanjutkan di SMPN 14 Bandar Lampung dan SMAN 7 Bandar Lampung. Setelah lulus SMA ia melanjutkan pendidikan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di Universitas Malahayati Bandar Lampung (2007-2011), lalu melanjutkan kembali pendidikan profesi Ners di Universitas Malahayati (2011-2012). Sekarang ia tercatat sedang menimba ilmu di Magister Kesehatan Masyarakat  di Universitas Malahayati.

Ia mulai bergabung dengan Universitas Malahayati sejak tahun 2007, sebagai Clinical Instructor Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Gerontik Program Studi Ilmu Keperawatan Univ.Malahayati & Akper Malahayati, juga mengajar untuk mata kuliah Promosi Kesehatan dan bahkan ia  bekerja di Enumerator Riset Kesehatan Dasar-RI 2010 & 2013 Kota Bandar Lampung. Baginya Universitas Malahayati merupakan rumah keduanya sejak tahun 2007, banyak hal yang ia alami yang membentuk sejarah hidupnya. Ia juga merupakan alumni dari Universitas Malahayati.

“Rasa memiliki terhadap Almamater membuat saya tergerak dalam memberikan yang terbaik bagi Universitas yang telah “melahirkan” gelar profesi saya saat ini dan saya akan selalu menjaga tetap harum Lambang Malahayati di dadaku. Apa yang telah saya lakukan, saya berharap itu juga yang dilakukan oleh semua mahasiswa maupun alumni Universitas Malahayati,” ujar Wahid.

Ia juga termasuk dosen yang senang menjaga kehangatan dengan keluarga dan kerabat, dan Ia memiliki hobi menonton dan bermain playstation.

Linawati Novikasari; Alumni Yang Kini Staf Dosen Universitas Malahayati

BERNAMA lengkap Linawati Novikasari, lahir di Metro, 11 Januari 1989. Ia adalah salah satu Dosen Universitas Malahayati yang juga seorang Preseptor akademik atau Clinical Instruction academik (CI) yang bertugas untuk membimbing mahasiswa selama praktek klinik Kebutuhan Dasar Manusia (KDM) di Rumah Sakit.

Saat ditemui tim malahayati.ac.id, di Ruang Dosen pagi tadi, ia menggunakan batik berwarna biru muda dengan hijab yang bewarna sama, nampak serasi dengan kulitnya yang putih bersih. Tangan mungilnya dihiasi dengan cincin dan jam tangan berwana gold menambah kesan elegan pada dirinya.

Oline, begitu ia biasa disapa, memulai pendidikan formal di SD VI Metro timur lalu melanjutkan SMP dan MA juga di Metro. Setelah lulus Madrasah Aliyah ia melanjutkan pendidikan PSIK di Universitas Malahayati Bandar Lampung(2007-2011), lalu melanjutkan kembali pendidikan profesi Ners di Universitas Malahayati Bandar Lampung(2011-2012). Sebelum akhirnya lulus Pasca Sarjana juga di Universitas Malahayati pada tahun 2015.

Selain pendidikan formal, beberapa pelatihan dan seminar juga rutin ia ikuti, seperti Pelatihan BTCLS, Seminar Kenali Anak Sesuai Kebutuhannya, Seminar Safe Motherhood, Seminar Dampak Tindak Kekerasan Pada Anak, Seminar Wound Care (Perawatan Luka), Seminar Penanggulangan HIV/AIDS.

Ia memulai karir profesional sebagai Staf dosen keperawatan di Universitas Malahayati Bandar lampung, September Tahun 2013 hingga sekarang. Baginya Universitas Malahayati merupakan rumah, tempat kerja dan gudang ilmu. Ia adalah alumni dari Universitas Malahayati sejak ia merasakan bangku kuliah hingga lulus pasca sarjana.

“Sangat menyenangkan bergabung di Malahayati, suasana kekeluargaan yang hangat diantara staf khususnya keperawatan, kompak dan saling membantu dalam segala hal, disini saya menuntut ilmu, disini saya mengaplikasikan ilmu saya, dari sini juga saya membiayai kehidupan saya sekarang. Malahayati yang terbaik,” ujar Oline.

Oline juga berpesan kepada para mahasiswanya, banyak-banyak belajar dimanapun tempatnya, karena belajar itu bukan hanya di dapat dari bangku perkuliahan saja, tetapi juga dari pengalaman, jadilah perawat yang professional terutama dalam bidang keilmuannya, dengan tetap mengedepankan etika.