Pengalaman Praktik Klinik Rosiana Dwi Jayanti

Program Studi Ilmu Keperawatan saat ini sedang disibukkan dengan kegiatan Praktik Klinik (Dinas). Praktik Klinik merupakan Kegiatan wajib mahasiswa/i kesehatan yang memang selalu diadakan saat libur semester tiba.

Rosiana Dwi Jayanti, mahasiswi semester empat Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Malahayati juga mengikuti kegiatan ini. Oci biasa disapa, mengatakan bahwa sebelumnya ia telah melakukan persiapan seperti pra klinik dan skill lab. “Persiapannya ya seperti pra klinik dan skill lab,” ujar Oci kepada malahayati.ac.id via telepon Jumat, 19 Februari 2015.

Ia juga mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama ia dan mengikuti dinas. “Awalnya deg-degan, maklum baru pertama kali, tapi lama kelamaan sudah terbiasa,” ujar Oci.

Gadis kelahiran 13 Maret 1996 ini menjalankan dinas bersama dua puluh lima orang rekannya di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin selama dua puluh hari, yaitu dari tanggal 1- 20 Februari 2016.

Ini Sejarah Berdirinya Universitas Malahayati

UNIVERSITAS Malahayati merupakan Universitas Swasta yang didirikan oleh Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung pada tanggal 27 Agustus 1993 yang secara resmi menjadi hari jadi Universitas Malahayati. Malahayati mulai beroperasi setelah disahkan berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.02/D/0/1994 pada tanggal 28 Januari 1994. Pada mulanya Malahayati berkedudukan di Jalan Kartini Bandar Lampung sejak tahun 1994. Lalu pindah ke Jalan Pramuka Nomor 27 Bandar Lampung.

Awal berdirinya Malahayati terdiri dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Akademi Perawat. Lalu pada tahun 2002, barulah Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) resmi berdiri. Pada tahun 2005 Program sarjana Ilmu Keperawatan dibuka, lalu pada tahun 2006 Program D-III dan D-IV Kebidanan dibuka. Pada tahun 2009, FKM membuka Program Studi Pasca Sarjana Magister Kesehatan. Pada tahun 2015 Fakultas Kedokteran membuka program studi seperti Psikologi dan Program sarjana Farmasi. Fakultas Hukum juga resmi disahkan pada 7 Desember 2015.

Nama Malahayati diambil dari nama seorang panglima perang wanita berasal dari Aceh, yaitu Laksamana Malahayati. Malahayati merupakan figur seorang wanita Aceh yang cerdas, memiliki semangat juang tinggi, berani, tegas, ulet, tangguh, dan bertanggung jawab, yang senantiasa dilandasi oleh sinar keimanan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran Islam. Atas keperwiraannya itu Laksamana Malahayati dianugrahi gelar sebagai Pahlawan Nasional. Untuk menghormati dan melanjutkan semangat juang Malahayati itu Perguruan Tinggi ini diberi nama Universitas Malahayati yang bertekat bulat untuk ikut serta secara nyata dalam pembangunan nasional bersama-sama. Seiring dan sejalan dengan perguruan tinggi lain yang lebih awal hadir di Provinsi Lampung.

Galeri Foto Yudisium Akper dan PSIK Universitas Malahayati [part2]

YUDISIUM dan Sumpah Akademi Keperawatan dan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Kamis, 04 Februari 2016 di Malahayati Career Centre (MCC). Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta Yudisium dengan 18 Sarjana Keperawatan dan 1 Diploma-III Keperawatan. Acara yang dihadiri oleh kaprodi PSIK, Direktur Akper, Dekan Fakultas Teknik, Dosen keperawatan, kebidanan, hukum dan Akafarma berlangsung khidmat.

Dengan menggunakan setelan jas untuk mahasiswa dan kebaya untuk mahasiswi mereka nampak serius mengikuti prosesi yudisium dari awal hingga akhir.

Acara ini ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Alumni Keperawatan kepada Prodi Keperawatan di wakilkan oleh Chika dan Andoko.

Berikut galeri foto yudisium Akper dan PSIK Universitas Malahayati:

Rika Yulendasari; Dosen Ayu Dari PSIK

RIKA yulenda sari SKep Ns MKes, lahir di Palembang 27 tahun silam. Ia merupakan salah satu alumni yang kini menjadi dosen Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati. Ajeng, begitu biasa ia disapa, terlihat ayu dengan Hijab berwarna biru dipadukan batik yang beraksen biru pula Saat berbincang dengan malahayati.ac.id seusai yudisium mahasiswa akper dan PSIK di MCC, 04 Februari 2016.

Ia bercerita, mengenal Malahayati sejak 2007, saat ia menjadi mahasiswa baru di kampus ini. Empat tahun menempuh pendidikan, hingga meraih gelar Sarjana Keperawatan dan Ners ditahun 2012, ia akhirnya bergabung dengan Malahayati sambil melanjutkan studi pasca sarjananya di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Di Malahayati sendiri ia biasa mengampu mata kuliah Anatomi Fisiologi, dan Neurologi.

Wanita yang menikah ditahun 2015 ini mengatakan awalnya agak terasa kikuk saat bergabung dengan Malahayati sebagai pendidik, karena rekan kerjanya sekarang adalah dosen-dosennya saat kuliah dulu. Namun, ternyata di Prodi Keperawatan, ia disambut dan dirangkul dengan baik oleh para seniornya. Sehingga tidak ada kesenjangan diantara dosen senior dan dosen baru, mereka membaur menjadi satu kesatuan yang dinamis.

“Agak terasa aneh awalnya bila rekan kerja kita adalah dosen kita sendiri. Bayangan tentang kesenjangan dan senioritas pasti ada dibenak saya. Tapi kenyataannya justru sebaliknya, di PSIK saya disambut dengan baik. Saya bersyukur para dosen senior malah merangkul dan membimbing saya. Sehingga tidak ada kesenjangan diantara kami, bahkan menjadi sebuah sinergi yang mengalir dinamis,” kata Ajeng.

Sebagai alumni, ia berharap para alumni Malahayati bisa menghidupkan ikatan Alumni yang ada. Jalinan komunikasi harus terus berkelanjutan, sehingga informasi dunia kerja bagi fresh graduate lebih cepat tersebar. Ia mengatakan, Ikatan alumni yang kuat, akan sangat berpengaruh kepada keberhasilan efektifitas penyerapan lulusan di dunia kerja.

Sumpah dan Yudisium Akper dan PSIK Universitas Malahayati

YUDISIUM dan Sumpah Akademi Keperawatan (Akper) dan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Kamis, 04 Februari 2016 di Malahayati Career Centre (MCC). Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta Yudisium dengan 18 Sarjana Keperawatan dan 1 Diploma-III Keperawatan. Acara yang dihadiri oleh kaprodi PSIK, Direktur Akper , Dekan Fakultas Teknik, Dosen keperawatan, kebidanan, hukum dan Akafarma berlangsung khidmat.

Yudisium sendiri adalah proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik. Serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu, yang ditetapkan oleh pejabat berwenang yang dihasilkan dari keputusan rapat yudisium.

Dengan menggunakan setelan jas untuk mahasiswa dan kebaya untuk mahasiswi mereka nampak serius mengikuti prosesi yudisium dari awal hingga akhir. Kaprodi PSIK, Andoko mengimbau untuk selalu bersemangat dalam menghadapi dunia kerja dan MEA yang sudah di depan mata.

“Sikap yang baik, etika, keramahan dan dedikasi yang tulus akan memberikan nilai tambah bagi lulusan Universitas Malahayati. Itulah karakter yang memang dibentuk di diri mahasiswa Malahayati,” kata Andoko dalam sambutannya.

Acara ini ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Alumni Keperawatan kepada Prodi Keperawatan di wakilkan oleh Chika dan Andoko. Setelah itu, wajah tegang selama prosei yudisium kembali ceria saat foto bersama dosen dan peserta Yudisium.

Galeri Foto Yudisium Akper dan PSIK Universitas Malahayati [part1]

YUDISIUM dan Sumpah Akademi Keperawatan dan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Kamis, 04 Februari 2016 di Malahayati Career Centre (MCC). Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta Yudisium dengan 18 Sarjana Keperawatan dan 1 Diploma-III Keperawatan. Acara yang dihadiri oleh kaprodi PSIK, Direktur Akper , Dekan Fakultas Teknik, Dosen keperawatan, kebidanan, hukum dan Akafarma berlangsung khidmat.

Dengan menggunakan setelan jas untuk mahasiswa dan kebaya untuk mahasiswi mereka nampak serius mengikuti prosesi yudisium dari awal hingga akhir.

Acara ini ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Alumni Keperawatan kepada Prodi Keperawatan di wakilkan oleh Chika dan Andoko. Setelah itu, wajah tegang selama prosei yudisium kembali ceria saat foto bersama dosen dan peserta Yudisium.

Berikut galeri foto yudisium Akper dan PSIK: