Info! Pengumuman Daftar Ulang dan Perpanjangan Asrama

Sehubungan dengan masa tinggal Mahasisiwa FKU, D4 Kebidanan, PSIK, FE, FT 2012dan D3 Keperawatan, Farmasi, yang akan berakhir pada 30 Mei 2016. Maka bagi mahasisiwa yang akan memperpanjang masa tinggal dengan dimohon untuk mengajukan surat permohonan perpanjangan masa tinggal dari tanggal 16 Mei- 16 Juni 2016.

Persetujuan permohonan perpanjangan masa tinggal akan memperhatikan kondite catatan mahasiswa berkelakuakn baik dan tidak memiliki catatan buruk sesuai yang ada di peraturan Green Dormitory.

Serta bersedia untuk mengikuti peraturan yang berlaku di Green Dormitory diantaranya:

  1. Mahasisiwa dapat perpanjangan asrama jika kondisi kamar ada yang kosong dan siap ditempatkan dimanapun oleh pihak Green Dormitory
  2. Bagi seluruh mahasisiwa wajib daftar ulang Asrama dengan cara : A. Bagi yang daftar ulang wajib mengambil form dari kantor Green Dormitory. B. menyerahkan copy slip pembayaran yang telah divalidasi bagian keuangan dan copy form daftar ulang ke Green Dormitory. C. Bagi mahasisiwa yang telah membayar asrama diawal/paket, meyerahkan slip copyan dan form daftar ulang ke Green Dormitory. D. Bagi Asdos FKU 13,14 wajib untuk melapirkan SK Asdos dan Daftar Ulang ke Green Dormitory
  3. Wajib memelihara kebersihan kamar dan lorong
  4. wajib menjaga ketertiban dan kenyamanan antar sesama penghuni lorong
  5. tidak membawa binatang peliharaan apapun
  6. bagi yang telah habis masa tinggal wajib membuat dan menyerahkan surat pernyataan keluar asrama berikut kunci kamar, Id card, buku kendali ijin pulang, ke Green Dormitory.

Bagi yang tidak di accdan atau tidak mengajukan surat permohonan perpanjangan masa tinggal, serta yang tidak mengikuti peraturan point 1-6 maka aoutomatis dianggap keluar dari green Dormitory

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih.

Bandar lampung 10 Mei 2016
Kepala Green Dormitory

 

Drs Rayendra Hermansyah MM

Penting! Pengumuman Daftar Ulang dan Perpanjangan Asrama

Sehubungan dengan masa tinggal Mahasisiwa FKU, D4 Kebidanan, PSIK, FE, FT 2012dan D3 Keperawatan, Farmasi, yang akan berakhir pada 30 Mei 2016. Maka bagi mahasisiwa yang akan memperpanjang masa tinggal dengan dimohon untuk mengajukan surat permohonan perpanjangan masa tinggal dari tanggal 16 Mei- 16 Juni 2016.

Persetujuan permohonan perpanjangan masa tinggal akan memperhatikan kondite catatan mahasiswa berkelakuakn baik dan tidak memiliki catatan buruk sesuai yang ada di peraturan Green Dormitory.

Serta bersedia untuk mengikuti peraturan yang berlaku di Green Dormitory diantaranya:

  1. Mahasisiwa dapat perpanjangan asrama jika kondisi kamar ada yang kosong dan siap ditempatkan dimanapun oleh pihak Green Dormitory
  2. Bagi seluruh mahasisiwa wajib daftar ulang Asrama dengan cara : A. Bagi yang daftar ulang wajib mengambil form dari kantor Green Dormitory. B. menyerahkan copy slip pembayaran yang telah divalidasi bagian keuangan dan copy form daftar ulang ke Green Dormitory. C. Bagi mahasisiwa yang telah membayar asrama diawal/paket, meyerahkan slip copyan dan form daftar ulang ke Green Dormitory. D. Bagi Asdos FKU 13,14 wajib untuk melapirkan SK Asdos dan Daftar Ulang ke Green Dormitory
  3. Wajib memelihara kebersihan kamar dan lorong
  4. wajib menjaga ketertiban dan kenyamanan antar sesama penghuni lorong
  5. tidak membawa binatang peliharaan apapun
  6. bagi yang telah habis masa tinggal wajib membuat dan menyerahkan surat pernyataan keluar asrama berikut kunci kamar, Id card, buku kendali ijin pulang, ke Green Dormitory.

Bagi yang tidak di accdan atau tidak mengajukan surat permohonan perpanjangan masa tinggal, serta yang tidak mengikuti peraturan point 1-6 maka aoutomatis dianggap keluar dari green Dormitory

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih.

Bandar lampung 10 Mei 2016
Kepala Green Dormitory

 

Drs Rayendra Hermansyah MM

Penting! Pengumuman Daftar Ulang dan Perpanjangan Asrama

Sehubungan dengan masa tinggal Mahasisiwa FKU, D4 Kebidanan, PSIK, FE, FT 2012dan D3 Keperawatan, Farmasi, yang akan berakhir pada 30 Mei 2016. Maka bagi mahasisiwa yang akan memperpanjang masa tinggal dengan dimohon untuk mengajukan surat permohonan perpanjangan masa tinggal dari tanggal 16 Mei- 16 Juni 2016.

Persetujuan permohonan perpanjangan masa tinggal akan memperhatikan kondite catatan mahasiswa berkelakuakn baik dan tidak memiliki catatan buruk sesuai yang ada di peraturan Green Dormitory.

Serta bersedia untuk mengikuti peraturan yang berlaku di Green Dormitory diantaranya:

  1. Mahasisiwa dapat perpanjangan asrama jika kondisi kamar ada yang kosong dan siap ditempatkan dimanapun oleh pihak Green Dormitory
  2. Bagi seluruh mahasisiwa wajib daftar ulang Asrama dengan cara : A. Bagi yang daftar ulang wajib mengambil form dari kantor Green Dormitory. B. menyerahkan copy slip pembayaran yang telah divalidasi bagian keuangan dan copy form daftar ulang ke Green Dormitory. C. Bagi mahasisiwa yang telah membayar asrama diawal/paket, meyerahkan slip copyan dan form daftar ulang ke Green Dormitory. D. Bagi Asdos FKU 13,14 wajib untuk melapirkan SK Asdos dan Daftar Ulang ke Green Dormitory
  3. Wajib memelihara kebersihan kamar dan lorong
  4. wajib menjaga ketertiban dan kenyamanan antar sesama penghuni lorong
  5. tidak membawa binatang peliharaan apapun
  6. bagi yang telah habis masa tinggal wajib membuat dan menyerahkan surat pernyataan keluar asrama berikut kunci kamar, Id card, buku kendali ijin pulang, ke Green Dormitory.

Bagi yang tidak di accdan atau tidak mengajukan surat permohonan perpanjangan masa tinggal, serta yang tidak mengikuti peraturan point 1-6 maka aoutomatis dianggap keluar dari green Dormitory

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih.

Bandar lampung 10 Mei 2016
Kepala Green Dormitory

 

Drs Rayendra Hermansyah MM

Pengumuman Daftar Ulang dan Perpanjangan Asrama

Sehubungan dengan masa tinggal Mahasisiwa FKU, D4 Kebidanan, PSIK, FE, FT 2012dan D3 Keperawatan, Farmasi, yang akan berakhir pada 30 Mei 2016. Maka bagi mahasisiwa yang akan memperpanjang masa tinggal dengan dimohon untuk mengajukan surat permohonan perpanjangan masa tinggal dari tanggal 16 Mei- 16 Juni 2016.

Persetujuan permohonan perpanjangan masa tinggal akan memperhatikan kondite catatan mahasiswa berkelakuakn baik dan tidak memiliki catatan buruk sesuai yang ada di peraturan Green Dormitory.

Serta bersedia untuk mengikuti peraturan yang berlaku di Green Dormitory diantaranya:

  1. Mahasisiwa dapat perpanjangan asrama jika kondisi kamar ada yang kosong dan siap ditempatkan dimanapun oleh pihak Green Dormitory
  2. Bagi seluruh mahasisiwa wajib daftar ulang Asrama dengan cara : A. Bagi yang daftar ulang wajib mengambil form dari kantor Green Dormitory. B. menyerahkan copy slip pembayaran yang telah divalidasi bagian keuangan dan copy form daftar ulang ke Green Dormitory. C. Bagi mahasisiwa yang telah membayar asrama diawal/paket, meyerahkan slip copyan dan form daftar ulang ke Green Dormitory. D. Bagi Asdos FKU 13,14 wajib untuk melapirkan SK Asdos dan Daftar Ulang ke Green Dormitory
  3. Wajib memelihara kebersihan kamar dan lorong
  4. wajib menjaga ketertiban dan kenyamanan antar sesama penghuni lorong
  5. tidak membawa binatang peliharaan apapun
  6. bagi yang telah habis masa tinggal wajib membuat dan menyerahkan surat pernyataan keluar asrama berikut kunci kamar, Id card, buku kendali ijin pulang, ke Green Dormitory.

Bagi yang tidak di accdan atau tidak mengajukan surat permohonan perpanjangan masa tinggal, serta yang tidak mengikuti peraturan point 1-6 maka aoutomatis dianggap keluar dari green Dormitory

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terimakasih.

Bandar lampung 10 Mei 2016
Kepala Green Dormitory

 

Drs Rayendra Hermansyah MM

Florence Nightingale; Pelopor Perawat Modern

ADAKAH yang tidak mengenal Florence Nightingale? Perawat atau mahasiswa keperawatan harus mengenal dan mengetahui sejarah Florence Nightingale, bagaimana prosesnya Florence Nightingle mengubah paradigma keperawatan menjadi keperawatan modern berkat teorinya “Evironmental Nightingale”.

Florence Nightingale lahir di Firenze (Florence), Italia 12 Mei 1820. Ayah Florence bernama Wiliam Nightingale seorang tuan tanah kaya di Derbyshire, London. Ibunya Frances (“Fanny”) Nightingale née Smith keturunan ningrat, keluarga Nightingale adalah keluarga terpandang. Florence memiliki seorang kakak bernama Parthenope. Semasa kecil Florence Nightingale tinggal di Lea Hurst yaitu sebuah rumah besar dan mewah milik ayahnya. Saat usia remaja, Florence tidak seperti anak ningrat kebanyakan yang suka bermalas-malasan dan berfoya-foya, Florence lebih banyak beraktivitas diluar rumah membantu warga sekitar yang membutuhkan.

Pada1846 ia mengunjungi Kaiserswerth, Jerman. Ia mengenal lebih jauh tentang Rumah Sakit Modern Pioner yang dipelopori oleh Pendeta Theodor Fliedner bersama istrinya dan dikelola oleh biarawati Lutheran dari kalangan katolik. Disana Florence terpesona akan pekerjaan sosial keperawatan yang dipraktekan oleh para biarawati, Florence pulang ke Inggris dengan membawa angan-angannya tentang keperawatan.

Pada 1851 saat Florence menginjak usia 31 tahun ia dilamar oleh Richard Monckton Milnes (seorang penyair dan seorang nigrat) namun lamaran tersebut ditolaknya karena pada tahun tersebut Florence sudah membulatkan tekadnya untuk mengabdikan dirinya didunia keperawatan. Keinginan Florence menjadi perawat ditentang keras oleh ibu dan kakaknya karena pada saat itu di tempatnya perawat dianggap sebagai pekerjaan hina. Ayahnya setuju jika Florence mengabdikan diri untuk kemanusiaan, namun ayahnya tidak setuju jika ia menjadi perawat di rumah sakit, karena saat itu rumah sakit adalah tempat yang kotor dan menjijikkan.

Namun, Florence tetap pergi ke Kaiserswerth untuk mendapatkan pelatihan bersama biarawati disana, ia belajar disana selama empat bulan, walaupun ditekan oleh keluarganya yang khawatir terjadi implikasi sosial yang timbul karena seorang gadis yang menjadi perawat serta latar belakang RS yang Katolik sementara Florence dari Kristen Protestan. Selain itu, Florence pernah bekerja di rumah sakit untuk orang miskin di Perancis.

Ketika ia di Turki, pada tanggal 29 November 1855, publik memberikan pengakuan pada Florence Nightingale untuk hasil kerjanya pada saat perang.Sekembalinya Florence ke London, ia diundang oleh tokoh-tokoh masyarakat. Mereka mendirikan sebuah badan bernama “Dana Nightingale”, dimana Sidney Herbert menjadi Sekretaris Kehormatan dan Adipati Cambridge menjadi Ketuanya. Badan tersebut berhasil mengumpulkan dana yang besar sekali sejumlah ₤45.000 sebagai rasa terima kasih orang-orang Inggris karena Florence Nightingale berhasil menyelamatkan banyak jiwa dari kematian.

Florence menggunakan uang itu untuk membangun sebuah sekolah perawat khusus untuk wanita yang pertama. Florence berargumen bahwa dengan adanya sekolah perawat, maka profesi perawat akan menjadi lebih dihargai, ibu-ibu dari keluarga baik-baik akan mengijinkan anak-anak perempuannya untuk bersekolah disana dan masyarakat akan lain sikapnya menghadapi seseorang yang terdidik. Sekolah tersebut pun didirikan di lingkungan rumah sakit St. Thomas Hospital, London.

Saat dibuka pada 9 Juli 1860 berpuluh-puluh gadis dari kalangan baik-baik mendaftarkan diri, perjuangan Florence di Semenanjung Krimea telah menghilangkan gambaran lama tentang perempuan perawat. Dengan didirikannya sekolah perawat tersebut telah diletakkan dasar baru tentang perawat terdidik dan dimulailah masa baru dalam dunia perawatan orang sakit. Kini sekolah tersebut dinamakan Sekolah Perawat dan Kebidanan Florence Nightingale (Florence Nightingale School of Nursing and Midwifery) dan merupakan bagian dari Akademi King College London.

Pada 1860 Florence menulis buku Catatan tentang Keperawatan (Notes on Nursing) buku setebal 136 halaman ini menjadi buku acuan pada kurikulum di sekolah Florence dan sekolah keperawatan lainnya. Pada tahun 1861 cetakan lanjutan buku ini terbit dengan tambahan bagian tentang perawatan bayi. Pada 1869, Nightingale dan Elizabeth Blackwell mendirikan Universitas Medis Wanita. Pada 1870-an, Linda Richards, “perawat terlatih pertama Amerika“, berkonsultasi dengan Florence Nightingale di Inggris, Linda Richards menjadi pelopor perawat di Amerika Serikat dan Jepang.

Pada 1883 Florence dianugerahkan medali Palang Merah Kerajaan (The Royal Red Cross) oleh Ratu Victoria. Pada tahun 1907 Florence Nightingale dianugerahi dengan bintang jasa The Order Of Merit dan Florence Nightingale menjadi wanita pertama yang menerima bintang tanda jasa ini. Pada tahun 1908 ia dianugerahkan Honorary Freedom of the City dari kota London.

Florence Nightingale meninggal dunia di usia 90 tahun pada 13 Agustus 1910. Ia dimakamkan di Gereja St. Margaret yang terletak di East Wellow, Hampshire, Inggris.

 

 

Hari Perawat Internasional Diperingati Setiap 12 Mei

HARI Perawat Internasional diperingati setiap 12 Mei tiap tahunnya. Peringatan hari Perawat Internasional ini digagas oleh ICN (International Council Of Nurse). ICN merupakan Dewan Perawat Internasional berdiri sejak tahun 1965.

Mengapa diperingati pada 12 Mei? Karena Hari keperawatan dunia tak lepas dari peran Florence Nightingale. Florence Nightingale (Firenze, Italia, 12 Mei 1820 – 13 Agustus 1910) adalah pelopor perawat modern. Ia dikenali dengan nama The Lady With The Lamp dalam bahasa Inggris yang berarti “Sang Wanita dengan Lampu”. Nama depannya, Florence merujuk kepada kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris.

Hari Perawat Internasional ditujukan untuk memberi suatu kesempatan memperingati para perawat seantero dunia dan kontribusinya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Para perawat memegang peran penting, basis dalam perkembangan kondisi fisik setiap pasien, sehingga mempengaruhi populasi dan sistem kesehatan. Perawat juga merupakan pekerjaan yang menanamkan kepedulian tentang kesehatan.

Pertama kali diprakarsai pada tahun 1953, tapi Hari Perawat Internasional belum resmi secara umum dinyatakan hingga 1974.Kini setiap tahunnya, Dewan Perawat Internasional atau International Council of Nurses (ICN) memilih tema apa yang akan diangkat. Tentu saja membahas isu-isu teraktual di bidang keperawatan.

Sejak tahun 1988 ICN selalu menggunakan tema dalam memperingati hari perawat internasional. Tema yang di usung dalam mengkampanyekan tentang kesehatan dan Keperawatan, sebagai berikut:
  1. 1988 – Safe Motherhood
  2. 1989 – School Health
  3. 1990 – Nurses and Environment
  4. 1991 – Mental Health – Nurses in Action
  5. 1992 – Healthy Aging
  6. 1993 – Quality, costs and Nursing
  7. 1994 – Healthy Families for Healthy Nation
  8. 1995 – Women’s Health: Nurses Pave the Way
  9. 1996 – Better Health through Nursing Research
  10. 1997 – Healthy Young People = A Brighter Future
  11. 1998 – Partnership for Community Health
  12. 1999 – Celebrating Nursing’s Past, claiming the future
  13. 2000 – Nurses – Always there for you
  14. 2001 – Nurses, Always There for You: United Against Violence
  15. 2002 – Nurses Always There for You: Caring for Families
  16. 2003 – Nurses: Fighting AIDS stigma, working for all
  17. 2004 – Nurses: Working with the Poor; Against Poverty
  18. 2005 – Nurses for Patients’ Safety: Targeting counterfeit medicines and substandard medication
  19. 2006 – Safe staffing saves lives
  20. 2007 – Positive practice environments: Quality workplaces = quality patient care
  21. 2008 – Delivering Quality, Serving Communities: Nurses Leading Primary Health Care and social care
  22. 2009 – Delivering Quality, Serving Communities: Nurses Leading Care Innovations
  23. 2010 – Delivering Quality, Serving Communities: Nurses Leading Chronic Care
  24. 2011 – Closing The Gap: Increasing Access and Equity
  25. 2012 – Closing The Gap: From Evidence to Action
  26. 2013 – Closing The Gap: Millennium Development Goals
  27. 2014 – Nurses: A Force for Change – A vital resource for health
  28. 2015 – Nurses: A Force for Change: Care Effective, Cost Effective
  29. 2016 – Nurses: A Force for Change: Improving Health Systems’ Resilience

|sumber data: wikipedia dan berbagai sumber lainnya

 

Sejarah Ilmu Keperawatan dan Perkembangannya

KEPERAWATAN merupakan suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal dan berfungsi. Definisi modern mengenai keperawatan didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan dan suatu seni yang memfokuskan pada mempromosikan kualitas hidup yang didefinisikan oleh orang atau keluarga, melalui seluruh pengalaman hidupnya dari kelahiran sampai asuhan pada kematian.

Sejarah keperawatan di dunia diawali pada zaman purbakala (Primitive Culture) sampai pada munculnya Florence Nightingale sebagai pelopor keperawatan yang berasal dari Inggris. Perkembangan keperwatan sangat dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan kemajuan peradaban manusia.

Perkembangan keperawatan diawali pada:

  1. Zaman Purbakala (Primitive Culture)

Manusia diciptakan memiliki naluri untuk merawat diri sendiri (tercermin pada seorang ibu). Harapan pada awal perkembangan keperawatan adalah perawat harus memiliki naluri keibuan (Mother Instinc). Dari masa Mother Instic kemudian bergeser ke zaman dimana orang masih percaya pada sesuatu tentang adanya kekuatan mistic yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Kepercayaan ini dikenal dengan nama Animisme. Mereka meyakini bahwa sakitnya seseorang disebabkan karena kekuatan alam/pengaruh gaib seperti batu-batu, pohon-pohon besar dan gunung-gunung tinggi.

Kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan pada dewa-dewa dimana pada masa itu mereka menganggap bahwa penyakit disebabkan karena kemarahan dewa, sehingga kuil-kuil didirikan sebagai tempat pemujaan dan orang yang sakit meminta kesembuhan di kuil tersebut. Setelah itu perkembangan keperawatan terus berubah dengan adanya Diakones & Philantrop, yaitu suatu kelompok wanita tua dan janda yang membantu pendeta dalam merawat orang sakit, sejak itu mulai berkembanglah ilmu keperawatan.

  1. Zaman Keagamaan

Perkembangan keperawatan mulai bergeser kearah spiritual dimana seseorang yang sakit dapat disebabkan karena adanya dosa/kutukan Tuhan. Pusat perawatan adalah tempat-tempat ibadah sehingga pada waktu itu pemimpin agama disebut sebagai tabib yang mengobati pasien. Perawat dianggap sebagai budak dan yang hanya membantu dan bekerja atas perintah pemimpin agama.

  1. Zaman Masehi

Keperawatan dimulai pada saat perkembangan agama Nasrani, dimana pada saat itu banyak terbentuk Diakones yaitu suatu organisasi wanita yang bertujuan untuk mengunjungiorang sakit sedangkan laki-laki diberi tugas dalam memberikan perawatan untuk mengubur bagi yang meninggal.

Pada zaman pemerintahan Lord-Constantine, ia mendirikan Xenodhoecim atau hospes yaitu tempat penampungan orang-orang sakit yang membutuhkan pertolongan. Pada zaman ini berdirilah Rumah Sakit di Roma yaitu Monastic Hospital.

  1. Pertengahan abad VI Masehi

Pada abad ini keperawatan berkembang di Asia Barat Daya yaitu Timur Tengah, seiring dengan perkembangan agama Islam. Pengaruh agama Islam terhadap perkembangan keperawatan tidak lepas dari keberhasilan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam.

Abad VII Masehi, di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti Ilmu Pasti, Kimia, Hygiene dan obat-obatan. Pada masa ini mulai muncul prinsip-prinsip dasar keperawatan kesehatan seperti pentingnya kebersihan diri, kebersihan makanan dan lingkungan. Tokoh keperawatan yang terkenal dari Arab adalah Rufaidah.

  1. Permulaan abad XVI

Pada masa ini, struktur dan orientasi masyarakat berubah dari agama menjadi kekuasaan, yaitu perang, eksplorasi kekayaan dan semangat kolonial. Gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup, padahal tempat ini digunakan oleh orde-orde agama untuk merawat orang sakit. Dengan adanya perubahan ini, sebagai dampak negatifnya bagi keperawatan adalah berkurangnya tenaga perawat. Untuk memenuhi kurangnya perawat, bekas wanita tuna susila yang sudah bertobat bekerja sebagai perawat. Dampak positif pada masa ini, dengan adanya perang salib, untuk menolong korban perang dibutuhkan banyak tenaga sukarela sebagai perawat, mereka terdiri dari orde-orde agama, wanita-wanita yang mengikuti suami berperang dan tentara (pria) yang bertugas rangkap sebagai perawat.

Sejarah dan Perkembangan Keperawatan di Indonesia

Sejarah dan perkembangan keperawatan di Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda sampai pada masa kemerdekaan.

  1. Masa Penjajahan Belanda

Perkembangam keperawatan di Indonesia dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi yaitu pada saat penjajahan kolonial Belanda, Inggris dan Jepang. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, perawat berasal dari penduduk pribumi yang disebut Velpeger dengan dibantu Zieken Oppaser sebagai penjaga orang sakit.

Pada 1799 didirikan rumah sakit Binen Hospital di Jakarta untuk memelihara kesehatan staf dan tentara Belanda. Usaha pemerintah kolonial Belanda pada masa ini adalah membentuk Dinas Kesehatan Tentara dan Dinas Kesehatan Rakyat. Daendels mendirikan rumah sakit di Jakarta, Surabaya dan Semarang, tetapi tidak diikuti perkembangan profesi keperawatan, karena tujuannya hanya untuk kepentingan tentara Belanda.

  1. Masa Penjajahan Inggris (1812 – 1816)

Gurbernur Jenderal Inggris ketika VOC berkuasa yaitu Raffles sangat memperhatikan kesehatan rakyat. Berangkat dari semboyannya yaitu kesehatan adalah milik manusia, ia melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki derajat kesehatan penduduk pribumi antara lain, pencacaran umum, cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa, kesehatan para tahanan.

Setelah pemerintahan kolonial kembali ke tangan Belanda, kesehatan penduduk lebih maju. Pada 1819 didirikan RS. Stadverband di Glodok Jakarta dan pada 1919 dipindahkan ke Salemba yaitu RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pada 1816 – 1942 berdiri rumah sakit – rumah sakit hampir bersamaan yaitu RS. PGI Cikini Jakarta, RS. ST Carollus Jakarta, RS. ST. Boromeus di Bandung, RS Elizabeth di Semarang. Bersamaan dengan itu berdiri pula sekolah-sekolah perawat.

  1. Zaman Penjajahan Jepang (1942 – 1945)

Pada masa ini perkembangan keperawatan mengalami kemunduran, dan dunia keperawatan di Indonesia mengalami zaman kegelapan. Tugas keperawatan dilakukan oleh orang-orang tidak terdidik, pimpinan rumah sakit diambil alih oleh Jepang, akhirnya terjadi kekurangan obat sehingga timbul wabah.

  1. Zaman Kemerdekaan

Pada 1949 mulai adanya pembangunan dibidang kesehatan yaitu rumah sakit dan balai pengobatan. Pada 1952 didirikan Sekolah Guru Perawat dan sekolah perawat setimgkat SMP. Pendidikan keperawatan profesional mulai didirikan 1962 yaitu Akper milik Departemen Kesehatan di Jakarta untuk menghasilkan perawat profesional pemula. Pendirian Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) mulai bermunculan, pada 1985 didirikan PSIK ( Program Studi Ilmu Keperawatan ) yang merupakan momentum kebangkitan keperawatan di Indonesia. Pada 1995 PSIK FK UI berubah status menjadi FIK UI. Kemudian muncul PSIK-PSIK baru seperti di Undip, UGM, UNHAS dan lain-lain.

Potret Kedatangan Mahasiswa keperawatan Cyberjaya Malaysia di Universitas Malahayati

KEDATANGAN mahasiswa keperawatan Universitas Cyberjaya Malaysia di Universitas Malahayati pada Rabu, 04 Mei 2016. Mahasiswa keperawatan Cyberjaya tiba di Malahayati pada pukul 19:00 WIB bersama dosen pembimbingnya Mr Ejam. Mereka disambut hangat oleh kepala asrama Green Doormitory Rayendra Hermansyah serta Tironsyah, Kepala BAU di Kabara Food Court Universitas Malahayati.

Tujuan dari kedatangan mereka adalah untuk menuntut ilmu di Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin (RSPBA) Universitas Malahayati, Lampung dalam rangka praktik klinik keperawatan. Berikut potretnya:

IMG_5657 copy IMG_5658 copy IMG_5659 copy IMG_5661 copy IMG_5651 copy IMG_5653 copy IMG_5654 copy IMG_5655 copy IMG_5656 copy

Kedatangan Mahasiswa keperawatan Cyberjaya Malaysia di Universitas Malahayati

KEDATANGAN mahasiswa keperawatan Universitas Cyberjaya Malaysia di Universitas Malahayati pada Rabu, 04 Mei 2016. Mahasiswa keperawatan Cyberjaya tiba di Malahayati pada pukul 19:00 WIB bersama dosen pembimbingnya Mr Ejam. Mereka disambut hangat oleh kepala asrama Green Doormitory Rayendra Hermansyah serta Tironsyah, Kepala BAU di Kabara Food Court Universitas Malahayati.

Tujuan dari kedatangan mereka adalah untuk menuntut ilmu di Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin (RSPBA) Universitas Malahayati, Lampung dalam rangka praktik klinik keperawatan.

Terlihat keletihan di raut wajah mereka, karena perjalanan yang panjang. Mereka pun beristirahat sambil makan malam di Kabara Food Court Universitas Malahayati. “Kami berangkat dari Malaysia saat shubuh dan setelah delay pesawat selama 4 jam dari Jakarta menuju Lampung, akhirnya kita sampai juga di kampus hijau Universitas Malahayati,” kata Mr Ejam, dosen pembimbing Universitas Cyberjaya Malaysia.

Setelah selesai berbincang-bincang dan makan malam bersama mereka pun langsung diantar untuk beristirahat di asrama Green Doormitory Universitas Malahayati.[]

Kesan Hanif Ikuti Seminar Kesehatan Palliatif di Universitas Malahayati

SEMINAR dan Workshop Kesehatan Palliatif berjalan lancar pada 01 Mei 2016 di Ruang Malahayati Career Centre (MCC) Universitas Malahayati. Acara yang mengusung tema “Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pada Gangguan Kanker Reproduksi” ini dihadiri sekitar 70 peserta. Peserta ini terdiri dari berbagai kalangan dan daerah, adapun mahasiswa diluar Lampung yang mengahdiri seminar ini.

Acara yang dibuka langsung oleh Andoko S Kep Ns M Kes,Kaprodi Keperawatan ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (HIMA-PSIK) Universitas Malahayati. Adapun peserta yang hadir dari luar Lampung. Seperti halnya Anisa Fitriana Hanif.

Gadis yang akrab disapa Hanif ini adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STiKes) Abdi Nusantara, Jakarta. Ia tertarik datang ke Universitas Malahayati Lampung untuk mengikuti Seminar Kesehatan Palliatif ini. “Terdengar dari judulnya sangat menarik dan saya memang tertarik dengan ilmu kesehatan palliatif itu, terlebih seminar ini mendatangkan langsung pemateri dari RS Kanker Dharmais Jakarta dan saya merasa mendapatkan ilmu baru usai mengikuti seminar ini,” katanya kepada malahayati.ac.id usai acara itu.

Dan kedatangannya ke Malahayati bukanlah yang pertama kali. Ia mengaku bahwa sang kakak adalah alumni Akademi Farmasi (Akafarma) Universitas Malahayati pada 2007 lalu. Menurutnya, Universitas Malahayati merupakan universitas swasta terbaik di Lampung, terutama di bidang kesehatan.

Ia juga mengatakan bahwa lulusan dari sini cukup berkualitas. Terbukti dari keberhasilan kakaknya yang sekarang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Lampung Timur. Ia juga berharap Universitas Malahayati semakin sukses, jaya, maju dan kedepannay menjadi lebih baik lagi. Tentunya semakin menghasilkan lulusan keilmuan terbaik yang bisa bersaing di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).[]